Deru mesin mobil menggiring kami menuju mu
Tak sederas deru detak jantung ku yang tenggelam dalam gelak canda
Berempat kami tertawa, sendiri ku dengan badai di kepala
Aku ingin berubah jadi kucing depan rumahmu
Agar tak harus bertatap dengan mu sore ini.
Namun sayang, aku mencintaimu sebagai manusia
Akhirnya…
Hari belum jauh sore, namun badaiku serasa sudah hampir seminggu.
Ah, rona wajah itu, suara itu, tawa itu, ingin rasanya ku rangkai dalam algoritma dari angka 1 dan 0.
Lalu kubangun dunia meta ku sendiri dan kau sebagai pusat tata surya nya.
Somba Opu, 17 Januari, 2022